hai kembali lagi dgn aq, setelah sekian lama tidak menulis blog. sudah cukup lama ya . gmn kabarnya? semoga semua baik2 saja. dithn 2025 ini apakah sy mengalami sindrom pre menopause? dimana rasanya banyak sekali up and downs yg dirasakan. entahlah, semakin bingung dgn kehidupan. mencoba berbagai hal tp terasa semua sia sia. lari dengan membeli barang , juga sia sia. pigi ngikuti grup, juga merasa sia sia. seakan2 tdk ada yg membuat hati ini tenang . ya segala sesuatu saat ini sy sangat tercukupi, tp entah kenapa ada yg missing dlm hati ini. seperti kosong. oke sekian dulu karena harus segera beberes . God bless
A little note from heart
” We make a living by what we get and make a life by what we give “
Minggu, 27 Juli 2025
Selasa, 19 Desember 2017
Saat Kamu Memiliki "1 Milyar", Apakah yang Akan Kamu Lakukan? Orang Sukses "Tidak Akan Membeli Rumah Atau Mobil", Tapi Melakukan Hal Ini!
Saat Kamu Memiliki "1 Milyar", Apakah yang Akan Kamu Lakukan? Orang Sukses "Tidak Akan Membeli Rumah Atau Mobil", Tapi Melakukan Hal Ini!

-
15 Dec 2017
rd_lim
Saat punya 1 milyar kira-kira apa yang akan kamu lakukan dengan uang itu? Apakah akan menggunakannya untuk membeli rumah atau mobil atau barang-barang mahal lainnya? Ternyata orang sukses tidak menggunakannya untuk itu, tetapi untuk memulai hal ini.

Sponsored Ad
Tahun 1998, Ma Huateng (CEO Tencent) menggunakan uang 1 milyar untuk mendirikan Perusahaan Tencent dan bukannya membeli rumah.
Tahun 1998, Shi Yuzhu (CEO Giant Interactive Group) meminjam 1 milyar untuk mendirikan perushaan dan bukan untuk membeli rumah.
Tahun 1999, Ding Lei (CEO NetEase) menggunakan 1 milyar untuk mendirikan 163.com dan bukannya membeli rumah.
Tahun 1999, Chen Tianqiao (CEO Shanda) menggunakan 1 milyar untuk merintis perusahaannya dan bukan untuk membeli rumah.
Tahun 1999, Jack Ma (CEO Alibaba) bersama 18 orang lainnya menggunakan uang 1 milyar untuk mendirikan Alibaba dan bukannya membeli rumah.
Jika saat itu mereka menggunakannya untuk membeli rumah, maka bisa dipastikan saat ini masih harus membayar cicilan dan bunga ke bank.

Saat muda, kita harus mengerti beberapa hal ini:
1. Jika kamu tidak berani, tidak akan ada orang yang bisa menggantikan kekuatan kamu
2. Anak-anak yang tidak punya tempat bernaung harus bekerja keras
3. Jalan yang dipilih sendiri, walaupun harus ditempuh dengan merangkak tetap harus diselesaikan
4. Jangan marah tapi berjuang, jangan hanya mengintip tapi menerobos, jangan iri tapi nikmatilah, jangan menunda tapi harus aktif, jangan hanya berniat tapi realisasikanlah
5. Walaupun harus jatuh bangun berulang kali, tapi tetap harus bertindak sesuai aturan dan walaupun pada akhirnya kalah, tetap tersenyumlah dengan bangga.

Sponsored Ad
Tiga penyesalan dalam hidup:
Tidak bisa memilih, tidak memperjuangkan pilihan, dan tidak melanjutkan pilihan.
Tiga hal yang tidak perlu dilawan dalam hidup:
Pemerintah, orang yang lebih lemah, dan Tuhan.
Tiga hal yang harus dilakukan dalam hidup:
Jangan hanya dilihat tapi lakukan, jika bisa dipegang berarti bisa dilepaskan, jika bisa berdiri tegak maka bisa dikerjakan dengan stabil.
Tiga hal yang harus dihindari dalam hidup:
Kecerobohan, mudah percaya, dan keserakahan.
Tiga hal yang paling menyedihkan dalam hidup:
Bertemu guru yang hebat tapi tidak belajar padanya, bertemu orang yang baik tapi tidak berteman dengannya, bertemu kesempatan yang baik tapi tidak memanfaatkannya.
Tiga tantangan utama dalam hidup:
Tidak bersaing dengan atasan, rekan kerja, dan bawahan.

Jika tidak memaksakan diri, kamu tidak akan tahu seberapa hebat kamu.
Jika kamu mau menonjol, kamu harus mau menerima tantangan.
Jika kamu ingin segera sukses, maka kamu harus aktif mencari tantangan.
Mendengar dan mengatakan kebenaran itu membutuhkan keberanian.
Pengetahuan hanya bisa diperoleh dengan cara belajar.
Kedewasaan hanya bisa didapat dengan mengalami banyak cobaan.

8 hal untuk menjadi dewasa:
1. Kalau kamu tidak menyukai pekerjaan yang sekarang, lebih baik mundur atau jangan mengeluh sama sekali
2. Belajar untuk menerima kesendirian
3. Jangan rapuh seperti kaca, tapi jadilah orang berhati kuat
4. Jagalah mulut kamu sendiri
5. Buatlah peluang kamu sendiri
6. Kalau telepon tidak juga berdering, maka kamu yang harus menelepon keluar
7. Jangan terburu-buru menikah
8. Tulis hal-hal apa saja yang ingin kamu lakukan dalam hidup dan masukkan dalam dompet sehingga kamu bisa membacanya di manapun kamu berada.
Sponsored Ad
Kebiasaan yang membuat sukses:
1. Tersenyum
2. Sederhana
3. Tidak meminjam uang dari teman
4. Mengatakan sesuatu yang baik di belakang orang lain
5. Tersenyum saat mendengar orang mengatakan hal yang buruk
6. Tidak membiarkan orang lain tahu masa lalu kita
7. Menghormati orang yang tidak menyukai kamu
8. Tidak menaruh perasaan pada masalah, tetapi pada manusia
9. Carilah kekurangan diri sendiri
10. Bergembira untuk orang lain.
11. Bersyukur
12. Belajar untuk mendengar
13. Mengawali kalimat dengan kata 「kita」
14. Sedikit bicara
15. Menjadi diri sendiri.

15 tips mendapatkan relasi:
1. Belajar berempati
2. Belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan
3. Belajar bermurah hati
4. Belajar untuk rendah hati
5. Belajar mengatakan sesuatu yang enak didengar
6. Sopan
7. Jangan terlalu banyak bicara
8. Belajar untuk bersyukur
9. Tepat waktu
10. Menepati janji
11. Belajar untuk sabar
12. Baik hati
13. Belajar untuk memuji orang lain
14. Menghormati yang atasan dan menghargai bawahan
15. Sering merefleksikan diri.
Bagi kamu yang sudah bekerja selama 10 tahun:
1. Jangan tinggal di zona nyaman
2. Jangan menggunakan kata-kata "kira-kira", "nanti", "atau", "mungkin"
3. Jangan menunda pekerjaan
4. Jangan menganggap bahwa dengan menerapkan teori saja sudah bisa sukses
5. Jangan biarkan orang lain menunggu kamu
6. Jangan menganggap remeh hal-hal kecil
7. Jangan berpikir dan berbuat negatif
8. Jangan mengandalkan perusahaan untuk bisa meningkatkan kemampuan kerja
9. Jangan menelantarkan tanggung jawab.
Ada 7 hal yang harus diperhatikan di tempat kerja:
1. Belajar menyukai orang yang menyebalkan
2. Tidak memandang remeh orang lain
3. Mengerjakan sesuatu yang tidak disukai dengan baik
4. Pikirkan hal-hal di luar kebiasaan
5. Mau menerima kritik
6. Mengerjakan pekerjaan dengan sebaik-baiknya
7. Jangan memanjakan diri sendiri.
Selasa, 03 Oktober 2017
*BAGUS BANGET UNTUK DISIMAK*....
*Bacalah 3 menit Untuk perubahan masa depan Anda*.
Suatu hari seorang Raja mendapat hadiah 2 ekor anak burung elang.
Lalu dia berpikir, akan bagus sekali jika elang ini dilatih untuk terbang tinggi.
Tentu akan lebih indah lagi. Ia memanggil pelatih burung yang tersohor di negerinya untuk melatih 2 elang ini.
Setelah beberapa bulan, pelatih burung ini melapor:
Seekor elang telah terbang tinggi & melayang-layang di angkasa.
Namun yang seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya.
Rajapun memanggil semua ahli hewan untuk memeriksa elang kesayangannya ini namun tidak ada yang berhasil menyembuhkan & membuat elang ini terbang.
Berbagai usaha telah dilakukan, tetapi elang ini tidak kunjung bergerak dari dahannya.
Kemudian ia bertemu dengan petani yang sangat mengenal akan sifat elang & Raja meminta bantuan petani itu.
Keesokan harinya ketika Raja mengunjungi elang ini, ia kaget melihat elang ini sudah terbang tinggi.
Dengan penuh penasaran Raja bertanya kepada petani, apa yang ia lakukan.
Petani menjawab :
"Saya hanya memotong cabang pohon yang selama ini dihinggapinya".
Dahan itu yang membuatnya selama ini *NYAMAN* sehingga *MALAS* untuk terbang.
Kita dilahirkan sebagai *PEMENANG*,
kita ditakdirkan untuk terbang tinggi, namun, ada yang memegang terlalu erat
*yaitu : KETAKUTAN*.
Tidak ada yang mau melepaskan ketakutan itu & tidak beranjak dari posisinya.
Atau kadang kita terlalu memegang zona kenyamanan, hingga takut & tidak mau melepaskannya.
- Takut capek.
- Takut di tolak.
- Takut kerja keras.
- Takut mencoba.
- Takut rugi.
- Takut ribet.
- Takut gak berkembang.
- Takut gagal.
- Takut pindah.
- Takut repot.
- Takut di ejek.
- Takut gak bisa.
- Takut investasi.
- Takut prospek.
- Takut follow up.
- Takut sharing.
- Takut belajar.
- Takut mengembangkan diri.
- Takut........dll.
Dan segala jenis ketakutan yang kita miliki masing-masing.
_*Lepaskan segala ketakutan itu, lepaskan zona kenyamanan itu, kenali dirimu & tumbuhkan kekuatan & rasa percaya dirimu*_
*Maka kamu TERBANG TINGGI*.
Kenali dirimu & Potensimu karena bakat kita adalah seorang Pemenang.
Berani bermimpi.
Berani melangkah.
Berani berjuang habis - habisan
Sampai akhirnya anda sukses terbang tinggi.
*DREAM - PRAY - ACTION*.
*Dan ketika ada _Kesempatan_*
pergilah bersama teman-teman lama.
*Kumpul-kumpul*
bukan sekedar *_Makan_*
*dan*
*_Ngobrol-ngobrol_*
Tetapi ingat, _Waktu Hidup kita semakin Singkat_
*Mungkin*
*_Lain Waktu_* _Kita Tidak Bisa Bertemu lagi_
*Mungkin*
*_Lain Waktu_* _Kita Sudah Semakin Susah Untuk Berjalan_
Menghabiskan Sebagian Waktu Dengan *Teman* Atau *Sahabat*
Akan Membuat Hidup Lebih *Sehat* Secara *Mental* Dan *Fisik* .
*Umur itu seperti Es Batu*
_Dipakai atau Tidak Dipakai Tetap Mencair_
Begitu juga dengan *Usia*
*Digunakan/Tidak Digunakan _dengan bijak_, Umur kita akan Tetap Berkurang!*
*Hal yang harus dilakukan Setiap Hari :*
*_Tersenyum_* dan *_Tertawalah_*
*_Air Yang Mengalir Tidak Dapat Berbalik Arah_*
Itulah Hidup Kita, *Tidak Dapat Berbalik Menjadi Muda Lagi!*
~ *Jalani Hidup ini dengan santai/tenang*.
~ *Jangan Mau Mεnang Sεndiri*.
~ *Jangan Suka Sakiti Sεsama*.
~ *Jangan suka Mengeluh*.
~ *Jangan Mencela*.
~ *Hiduplah dengan Cεria*.
*Perbanyak waktu untuk berbuat baik, berkumpul dengan keluarga serta teman-teman*
*"Selamat menikmati hari yang indah ini
*Bacalah 3 menit Untuk perubahan masa depan Anda*.
Suatu hari seorang Raja mendapat hadiah 2 ekor anak burung elang.
Lalu dia berpikir, akan bagus sekali jika elang ini dilatih untuk terbang tinggi.
Tentu akan lebih indah lagi. Ia memanggil pelatih burung yang tersohor di negerinya untuk melatih 2 elang ini.
Setelah beberapa bulan, pelatih burung ini melapor:
Seekor elang telah terbang tinggi & melayang-layang di angkasa.
Namun yang seekor lagi tidak beranjak dari pohonnya.
Rajapun memanggil semua ahli hewan untuk memeriksa elang kesayangannya ini namun tidak ada yang berhasil menyembuhkan & membuat elang ini terbang.
Berbagai usaha telah dilakukan, tetapi elang ini tidak kunjung bergerak dari dahannya.
Kemudian ia bertemu dengan petani yang sangat mengenal akan sifat elang & Raja meminta bantuan petani itu.
Keesokan harinya ketika Raja mengunjungi elang ini, ia kaget melihat elang ini sudah terbang tinggi.
Dengan penuh penasaran Raja bertanya kepada petani, apa yang ia lakukan.
Petani menjawab :
"Saya hanya memotong cabang pohon yang selama ini dihinggapinya".
Dahan itu yang membuatnya selama ini *NYAMAN* sehingga *MALAS* untuk terbang.
Kita dilahirkan sebagai *PEMENANG*,
kita ditakdirkan untuk terbang tinggi, namun, ada yang memegang terlalu erat
*yaitu : KETAKUTAN*.
Tidak ada yang mau melepaskan ketakutan itu & tidak beranjak dari posisinya.
Atau kadang kita terlalu memegang zona kenyamanan, hingga takut & tidak mau melepaskannya.
- Takut capek.
- Takut di tolak.
- Takut kerja keras.
- Takut mencoba.
- Takut rugi.
- Takut ribet.
- Takut gak berkembang.
- Takut gagal.
- Takut pindah.
- Takut repot.
- Takut di ejek.
- Takut gak bisa.
- Takut investasi.
- Takut prospek.
- Takut follow up.
- Takut sharing.
- Takut belajar.
- Takut mengembangkan diri.
- Takut........dll.
Dan segala jenis ketakutan yang kita miliki masing-masing.
_*Lepaskan segala ketakutan itu, lepaskan zona kenyamanan itu, kenali dirimu & tumbuhkan kekuatan & rasa percaya dirimu*_
*Maka kamu TERBANG TINGGI*.
Kenali dirimu & Potensimu karena bakat kita adalah seorang Pemenang.
Berani bermimpi.
Berani melangkah.
Berani berjuang habis - habisan
Sampai akhirnya anda sukses terbang tinggi.
*DREAM - PRAY - ACTION*.
*Dan ketika ada _Kesempatan_*
pergilah bersama teman-teman lama.
*Kumpul-kumpul*
bukan sekedar *_Makan_*
*dan*
*_Ngobrol-ngobrol_*
Tetapi ingat, _Waktu Hidup kita semakin Singkat_
*Mungkin*
*_Lain Waktu_* _Kita Tidak Bisa Bertemu lagi_
*Mungkin*
*_Lain Waktu_* _Kita Sudah Semakin Susah Untuk Berjalan_
Menghabiskan Sebagian Waktu Dengan *Teman* Atau *Sahabat*
Akan Membuat Hidup Lebih *Sehat* Secara *Mental* Dan *Fisik* .
*Umur itu seperti Es Batu*
_Dipakai atau Tidak Dipakai Tetap Mencair_
Begitu juga dengan *Usia*
*Digunakan/Tidak Digunakan _dengan bijak_, Umur kita akan Tetap Berkurang!*
*Hal yang harus dilakukan Setiap Hari :*
*_Tersenyum_* dan *_Tertawalah_*
*_Air Yang Mengalir Tidak Dapat Berbalik Arah_*
Itulah Hidup Kita, *Tidak Dapat Berbalik Menjadi Muda Lagi!*
~ *Jalani Hidup ini dengan santai/tenang*.
~ *Jangan Mau Mεnang Sεndiri*.
~ *Jangan Suka Sakiti Sεsama*.
~ *Jangan suka Mengeluh*.
~ *Jangan Mencela*.
~ *Hiduplah dengan Cεria*.
*Perbanyak waktu untuk berbuat baik, berkumpul dengan keluarga serta teman-teman*
*"Selamat menikmati hari yang indah ini
Senin, 24 Juli 2017
*Kisah anak kecil dan pianis terkenal*
Seorg ayah yg memiliki putra yg berusia 5 thn, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik utk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorg pianis yg terkenal.
Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorg pianis yg sangat terkenal. Krn ketenarannya, dlm wkt singkat, tiket konser telah terjual habis.
Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, utk dirinya dan anaknya.
Pd hr pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh.
Sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil,
anak inipun tdk betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.
Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tdk ada di sampingnya.
Ia lebih terkejut lagi, ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yg akan dimainkan pianis tersebut.
Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano, dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yg sederhana, twinkle-twinkle little star.
Operator lampu sorot, yg terkejut mendengar adanya suara piano, mengira bahwa konser telah dimulai, tanpa aba2 terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung.
Seluruh penonton terkejut, melihat yg berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil.
Sang pianispun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung.
Melihat anak tersebut, sang pianis tdk menjadi marah, ia tersenyum dan berkata, *“Teruslah bermain”* dan sang anak yg mendapat ijin, meneruskan permainannya.
Sang pianis lalu duduk di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu.
Ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yg sangat indah.
Bahkan mereka seakan menyatu dlm permainan piano tersebut, dan ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dgn meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.
Sang anak jadi besar kepala, pikirnya, “Gila, baru belajar piano sebulan saja sdh hebat!”
Ia lupa, bahwa yg disoraki oleh penonton, adalah sang pianis yg duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.
*Moral of story:*
Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yg kita buat, perbuatan2 besar yg telah berhasil kita lakukan.
Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Tuhan ada di samping kita.
Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Tuhan di samping kita, semua yg kita lakukan akan sia2.
Tapi bila Tuhan ada di samping kita, sesederhana apapun hal yg kita lakukan, hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri, tapi juga baik bagi org di sekitar kita.
Semoga kita tdk pernah lupa, bahwa ada Tuhan di samping kita, sehingga kita senantiasa rendah hati dan memuji Allah.
🙏🏻 🙏🙏🙏
Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorg pianis yg sangat terkenal. Krn ketenarannya, dlm wkt singkat, tiket konser telah terjual habis.
Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, utk dirinya dan anaknya.
Pd hr pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh.
Sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil,
anak inipun tdk betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.
Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tdk ada di sampingnya.
Ia lebih terkejut lagi, ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yg akan dimainkan pianis tersebut.
Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano, dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yg sederhana, twinkle-twinkle little star.
Operator lampu sorot, yg terkejut mendengar adanya suara piano, mengira bahwa konser telah dimulai, tanpa aba2 terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung.
Seluruh penonton terkejut, melihat yg berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil.
Sang pianispun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung.
Melihat anak tersebut, sang pianis tdk menjadi marah, ia tersenyum dan berkata, *“Teruslah bermain”* dan sang anak yg mendapat ijin, meneruskan permainannya.
Sang pianis lalu duduk di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu.
Ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yg sangat indah.
Bahkan mereka seakan menyatu dlm permainan piano tersebut, dan ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dgn meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.
Sang anak jadi besar kepala, pikirnya, “Gila, baru belajar piano sebulan saja sdh hebat!”
Ia lupa, bahwa yg disoraki oleh penonton, adalah sang pianis yg duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.
*Moral of story:*
Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yg kita buat, perbuatan2 besar yg telah berhasil kita lakukan.
Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Tuhan ada di samping kita.
Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Tuhan di samping kita, semua yg kita lakukan akan sia2.
Tapi bila Tuhan ada di samping kita, sesederhana apapun hal yg kita lakukan, hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri, tapi juga baik bagi org di sekitar kita.
Semoga kita tdk pernah lupa, bahwa ada Tuhan di samping kita, sehingga kita senantiasa rendah hati dan memuji Allah.
🙏🏻 🙏🙏🙏
Sabtu, 27 Agustus 2016
Peringatan Kehidupan
Kala itu ada seorang pemuda nan kaya raya, ia baru saja membeli mobil mewah berjenis mini cooper berwarna merah. Dengan hati yang berbunga-bunga pemuda ini langsung mengemudikannya. Mini cooper adalah jenis mobil kesukaannya, ia akan sangat berhati-hati dalam mengendarai mobil itu. Sebelum membawanya pulang ke rumah, ia menyempatkan untuk berkeliling sambil menikmati mobil barunya tersebut.
Dengan sedikit kecepatan penuh ia menyusuri jalanan sepi dan berkelok, tiba-tiba terdengar benturan dari arah kiri, dilihatnyalah kaca spion retak. Kaget melihat itu, sang pemuda langsung memberhentikan mobilnya, melirik ke kaca belakang dan dilihatnya seorang anak kecil perempuan. Seketika ia langsung turun berjalan ke arah anak kecil itu dengan wajah penuh amarah.
“Hey anak kecil, apa kau yang tadi melempar sesuatu ke kaca mobilku?” tanya pemuda itu. Lalu jawab, “Iya om..”. “Apa kau tahu itu mobil baruku, itu mobil kesayanganku. Lihat perbuatanmu itu, kaca spion ku hancur!” teriaknya sambil menunjuk kaca spion mobil.
Sang anak tampak ketakutan dan berusaha minta maaf, “Maaf om, tapi saya tidak tahu harus melakukan apa lagi karena tak ada seorang pun mau berhenti…” Dengan air mata yang mulai membasahi pipinya, anak itu menunjuk ke suatu arah dan berkata, “Itu di sana ada kakakku, tadi kami bersepeda lalu tergelincir, aku selamat tapi kakakku jatuh terperosok di bawah sana.”
“Aku tidak bisa menyelamatkan karena terlalu susah. Maukah om menolong saya dan kakakku di bawah sana? Orangtua kami pasti sedang panik,” air matanya terus mengalir dan berharap pada wajah yang mulai tercenung itu.
“Baiklah, kau tenang disini biar aku ke bawah menolongnya.” Segeralah ia berlalu menolong anak yang terjatuh itu. Selang berberapa waktu, pemuda ini berhasil membawa anak tersebut ke atas dan segera membawanya ke rumah sakit bersama anak perempuan itu dengan mobil kesayangannya tanpa spion.
Sahabat, kita bisa belajar dari kisah ini. Sama dengan halnya kendaraan, hidup kita akan selalu berputar dan dipacu untuk tetap berjalan. Dalam hidup juga akan melewati berbagai macam hal dan kenyataan karena itu jangan melaju hidup yang terlalu cepat karena seseorang akan melemparkan batu untuk memperingatkan kita. Kadang kita terlalu sibuk dengan urusan pribadi, memacu hidup dengan berfoya-foya hingga lupa apa yang terjadi di luar sana terlebih pada Tuhan. Kadang memang harus ada yang “melemparkan batu” untuk kita agar mau berhenti dan tersadar sejenak. Jadi, semuanya terserah pada Anda, mau mendengar perintah dan kehendak-Nya atau menunggu sampai ada yang melemparkan batu-batu itu pada Anda.
Sumber : Renunganharian/Jawaban.comSabtu, 23 November 2013
PENTINGKAH SEKOLAH??? (By: Deddy Corbuzier)
PENTINGKAH SEKOLAH??? (By: Deddy Corbuzier)
Sekitar empat tahun yang lalu saya mengadakan seminar di sebuah sekolah ternama, dan hasilnya amat sangat mengguncang sekolah tersebut, karna setelah itu banyak guru dan kepala sekolah yang datang kepada saya mengatakan bahwa, apa yang saya sampaikan tidak pantas disampaikan kepada murid yang datang pada saat itu, karna saya lebih pro ke murid daripada ke sekolah tersebut.
Tapi saya akan mengatakan lagi hal ini ke anda supaya anda dapat mendengarkan apa yang saya sampaikan pada saat itu walaupun dalam waktu yang singkat karna hanya dalam bentuk suara rekaman suara saya.
Pertama, saya ingin mengatakan dulu bahwa sekolah itu, “penting”. Ok?
Jadi, bukan mengatakan bahwa anda tidak harus sekolah, jangan sampe ke sana larinya. Tapi saya ingin mengatakan bahwa, walaupun sekolah itu penting,, namun banyak hal yang salah di dalam sekolah; terutama, di Indonesia.
Mengapa?
Begini saja... Anda pasti tau bahwa banyak sekali anak2 yang jelek nilai sekolahnya atau tidak baik di sekolahnya, tapi besarnya bisa sukses. Sedangkan anak2 yang sukses di sekolah, saya tidak mengatakan bahwa mereka tidak bisa sukses, tapi banyak sekali yang akhirnya kerja, menjadi pegawai biasa. Kenapa hal itu bisa terjadi?
Karna masa depan tidak ditentukan oleh sekolah.
Kalo anda liat dari, apa sih yang ingin dibentuk oleh sekolah?
Menurut saya hanya satu, sekolah ingin membentuk anak2nya menjadi guru.
Jadi, guru matematika, ingin membuat anak2nya menjadi guru matematika. Guru sejarah ingin membuat anak2nya yang belajar, menjadi guru sejarah. Begitu juga dengan guru2 lainnya.
Anehnya, kalo kita ambil seorang guru, ambil saja, guru matematika. Lalu, kita beri test tentang geografi, saya berani yakin bahwa dia tidak menguasai geografi. Atau guru kimia, kita test seni rupa, saya yakin guru kimia tersebut tidak bisa melakukan test seni rupa, atau nilainya jelek.. Atau guru seni rupa, kita test olahraga, pasti dia juga tidak bisa olahraga dengan nilai baik.
Lalu mengapa, kalau guru2 tersebut tidak bisa melakukan hal lain dengan nilai baik, tapi murid2nya dipaksakan mendapatkan semua nilainya baik. Aneh kan???
Kalau gurunya saja hanya menguasai satu mata pelajaran, mengapa semua murid harus menguasai semua mata pelajaran.
Ya, mungkin untuk dasar, katanya.
Tapi, toh ternyata ketika sudah dewasa sang guru pun sadar bahwa dia tidak menggunakan atau tidak memerlukan semua ilmu/pelajaran yang diberikan pada saat dia kecil. Iya tidak???
Karna, pada dasarnya tidak ada manusia yang bisa sempurna dalam segala hal, begitu juga murid2.
Murid2 tidak bisa menguasai semua hal secara baik. Banyak sekali pelajaran2 yang diberikan dan tidak digunakan ketika dewasa.
Contohnya begini saja, mempelajari peta buta. Saya sampai sekarang tidak tau kenapa saya harus mempelajari peta buta ketika saya kecil. Saya tidak menjadi ahli geografi, saya juga tidak menjadi tour guide, saya tidak menjadi itu. Lalu buat apa saya dulu mempelajari itu? Kalo saya ingin menjadi seorang tour guide atau saya ingin menjadi seorang ahli geografi, mungkin saya harus mempelajari hal tersebut.
Atau, menghafalkan nama2 gubernur, menghafalkan nama2 walikota, yang sedangkan walikota atau gubernur berganti setiap berapa tahun sekali.
Jadi, sangat amat tidak masuk akal, menurut saya. Saya tidak tahu sekarang masih atau tidak harus menghafal nama2 tersebut. Dulu saat saya masih sekolah, di SMP atau SMA saya lupa, guru akuntan saya mengatakan pada saya, karna nilai akuntan saya jelek.
“Kalau nilai akuntansi kamu jelek, Ded, kamu tidak akan bisa menjadi orang sukses.”
O ya? Ternyata saya bisa sukses dan saya bisa membayar akuntan yang bekerja pada saya. Itu adalah fakta..
Sekarang, begini sajalah, apa sih yang harus dirubah? Sekolahnya?
Mungkin sistemnya.
Mengapa tidak sejak kecil ketika anak masih dari sekolah SD, kita lihat dulu berapa lama, apa yang dia suka. Lalu kita bagi kelasnya. Kalau anak tersebut suka matematika, berikan pelajaran matematika lebih banyak, kalau anak tersebut suka sejarah, berikan dia pelajaran sejarah lebih banyak.
Jadi seperti orang kuliah tapi sejak kecil. Jadi sejak kecil anak itu sudah dijuruskan kepada apa yang dia suka, bukan dijejalkan dengan semua pelajaran yang dia suka atau tidak suka, harus bisa dan harus hafal. Ada anak dengan rengking satu yang bisa menghafalkan semuanya, tapi begitu dia menjadi dewasa, pikirannya telah terkotaki, kreativitasnya telah buntu, otak kanannya tidak akan jalan.
Kenapa?
Karna yang dipakai hanya otak kiri, menghafal, menghafal, menghafal, menghafal, menghafal.
Akhirnya, bukan pintar, bukan cerdik, tapi jago menghafal. Menghafal rumus matematika, menghafal sejarah, menghafal peta buta, dan sebagainya.Dan biasanya anak2 tersebut pelajaran olahraganya atau pelajaran seni rupanya jelek karna otak kanannya tidak dipakai.
Anak saya sekolah di sekolah internasional, dan sejak kecil, sejak SD, anak saya sudah diarahkan ke pelajaran mana yang dia lebih suka dan kelasnya lebih banyak. Jadi, kelasnya banyak dan anaknya sendiri yang datang ke kelas bukan gurunya yang datang ke kelas untuk mengajar anaknya.
Lalu bagaimana merubah itu semua???
Memang susah karna sekolah pasti tidak akan ingin merubah. Butuh tahunan untuk merubah itu.
Saya harap satu saat bisa. Tapi sebelum itu bisa, apabila yang mendengarkan suara saya ini orangtua, dengarkan ini baik2.
Apabila yang mendengarkan suara saya ini adalah anak2, minta orangtua anda untuk mendengarkan suara saya, sebentar saja.
Kalau seandainya orangtua mendukung apa yang paling anak sukai dalam mata pelajaran, mungkin dia akan menjadi anak yang lebih berhasil nanti kedepanya.
Bagaimana caranya?
Begini, pelajaran matematika merah, pelajaran seni rupa bagus, kenapa yang harus di lesi di rumah pelajaran matematika? Kenapa memanggil guru matematika untuk memberi les tambahan matematika?
Tidak perlu kan? Kenapa tidak dilesi sesuatu yang memang anak itu suka! Kalau anak saya pelajaran matematikanya jelek dan pelajaran seni rupanya bagus, saya tentu akan meleskan anak saya seni rupa, supaya bakatnya sudah mulai dikembangkan sejak kecil.Bukan memaksakan hal yang memang mereka tidak suka.
Kalau seni rupanya jelek, sejarahnya bagus, biarkan pelajaran seni rupanya jelek, pelajaran sejarahnya dibantu orangtuanya di rumah untuk lebih dikembangkan. Memang ada pelajaran2 yang kalau nilai anda jelek maka anda tidak lulus ujian atau tidak naik kelas.
Ya, kalo pelajaran2 seperti itu dibantu supaya mendapatkan nilai secukupnya, cukup untuk lulus & naik kelas tentunya. Tidak perlu sembilan, tidak perlu sepuluh.
ingat! nilai pelajaran anda tidak menentukan masa depan anda, nilai UAS anda tidak menentukan masa depan anda, anda rengking satu di kelas bukan berarti anda akan berhasil menjadi manusia kelak ketika anda dewasa, sama sekali tidak berhubungan menurut saya.
Kuncinya adalah orangtua di sini. Orangtua harus mendukung apa yang anak suka. Kalau ada pelajaran yang jelek, pelajaran yang baik, dukung pelajaran yang baik...
Jangan memaksakan terhadap anak dari yang asalnya pelajarannya jelek menjadi bagus, nilainya sembilan atau sepuluh, tidak penting!
Tidak perlu takut untuk mendapatkan nilai jelek!
Tidak perlu takut untuk tidak naik kelas!
Tidak naik kelas bukan berarti masa depan anda hancur!
Ada lho, anak yang sampai bunuh diri karna dia tidak naik kelas, justru itu yang hancur masa depannya.
Saya, pernah tidak naik kelas. Masalah? Tidak sama sekali.
Orangtua saya marah? Tidak sama sekali pada saat itu. Kebetulan orangtua saya berpikiran luar biasa dan moderat, dan tidak semua orangtua bisa seperti itu.
Tapi itulah yang saya harapkan dari para orangtua di Indonesia. Memberikan dukungan pada anak2nya, tidak memarahi anak pada saat nilai anaknya jelek, tidak menghakimi pada saat tidak semua pelajaran nilai sang anak mendapatkan yang terbaik. Kita harus mengerti dan mendukung apa yang anak itu suka.
Ingat sekali lagi bahwa,
Masa depan anda tidak tergantung pada pintar tidaknya anda di sekolah
Masa depan anda tidak tergantung pada anda naik kelas atau tidak naik kelas
Masa depan anda juga tidak tergantung dari nilai rapor anda.
Masa depan anda sebenarnya tergantung pada kemampuan anda bersosialisasi,
Masa depan anda tergantung pada cara dan sikap anda dalam menambah pengetahuan anda setiap harinya dari mana saja. Dari majalah, dari internet, bari buku, dari cerita dari pengalaman2 orang, dari mana saja yang anda sukai.
Saya punya teman yang waktu kecilnya dikenal jelek karna suka main game, dan sekarang, dia menjadi pemilik toko game terbesar di Indonesia. Kaya raya.
Masa depan anda, tidak tergantung dari nilai sekolah anda.
Masa depan anda, ada di tangan anda.
Jangan takut untuk mendapatkan merah di sekolah anda.
Kadang2, merah artinya sukses, untuk masa depan anda.
(Saya Deddy Corbuzier)
Sekitar empat tahun yang lalu saya mengadakan seminar di sebuah sekolah ternama, dan hasilnya amat sangat mengguncang sekolah tersebut, karna setelah itu banyak guru dan kepala sekolah yang datang kepada saya mengatakan bahwa, apa yang saya sampaikan tidak pantas disampaikan kepada murid yang datang pada saat itu, karna saya lebih pro ke murid daripada ke sekolah tersebut.
Tapi saya akan mengatakan lagi hal ini ke anda supaya anda dapat mendengarkan apa yang saya sampaikan pada saat itu walaupun dalam waktu yang singkat karna hanya dalam bentuk suara rekaman suara saya.
Pertama, saya ingin mengatakan dulu bahwa sekolah itu, “penting”. Ok?
Jadi, bukan mengatakan bahwa anda tidak harus sekolah, jangan sampe ke sana larinya. Tapi saya ingin mengatakan bahwa, walaupun sekolah itu penting,, namun banyak hal yang salah di dalam sekolah; terutama, di Indonesia.
Mengapa?
Begini saja... Anda pasti tau bahwa banyak sekali anak2 yang jelek nilai sekolahnya atau tidak baik di sekolahnya, tapi besarnya bisa sukses. Sedangkan anak2 yang sukses di sekolah, saya tidak mengatakan bahwa mereka tidak bisa sukses, tapi banyak sekali yang akhirnya kerja, menjadi pegawai biasa. Kenapa hal itu bisa terjadi?
Karna masa depan tidak ditentukan oleh sekolah.
Kalo anda liat dari, apa sih yang ingin dibentuk oleh sekolah?
Menurut saya hanya satu, sekolah ingin membentuk anak2nya menjadi guru.
Jadi, guru matematika, ingin membuat anak2nya menjadi guru matematika. Guru sejarah ingin membuat anak2nya yang belajar, menjadi guru sejarah. Begitu juga dengan guru2 lainnya.
Anehnya, kalo kita ambil seorang guru, ambil saja, guru matematika. Lalu, kita beri test tentang geografi, saya berani yakin bahwa dia tidak menguasai geografi. Atau guru kimia, kita test seni rupa, saya yakin guru kimia tersebut tidak bisa melakukan test seni rupa, atau nilainya jelek.. Atau guru seni rupa, kita test olahraga, pasti dia juga tidak bisa olahraga dengan nilai baik.
Lalu mengapa, kalau guru2 tersebut tidak bisa melakukan hal lain dengan nilai baik, tapi murid2nya dipaksakan mendapatkan semua nilainya baik. Aneh kan???
Kalau gurunya saja hanya menguasai satu mata pelajaran, mengapa semua murid harus menguasai semua mata pelajaran.
Ya, mungkin untuk dasar, katanya.
Tapi, toh ternyata ketika sudah dewasa sang guru pun sadar bahwa dia tidak menggunakan atau tidak memerlukan semua ilmu/pelajaran yang diberikan pada saat dia kecil. Iya tidak???
Karna, pada dasarnya tidak ada manusia yang bisa sempurna dalam segala hal, begitu juga murid2.
Murid2 tidak bisa menguasai semua hal secara baik. Banyak sekali pelajaran2 yang diberikan dan tidak digunakan ketika dewasa.
Contohnya begini saja, mempelajari peta buta. Saya sampai sekarang tidak tau kenapa saya harus mempelajari peta buta ketika saya kecil. Saya tidak menjadi ahli geografi, saya juga tidak menjadi tour guide, saya tidak menjadi itu. Lalu buat apa saya dulu mempelajari itu? Kalo saya ingin menjadi seorang tour guide atau saya ingin menjadi seorang ahli geografi, mungkin saya harus mempelajari hal tersebut.
Atau, menghafalkan nama2 gubernur, menghafalkan nama2 walikota, yang sedangkan walikota atau gubernur berganti setiap berapa tahun sekali.
Jadi, sangat amat tidak masuk akal, menurut saya. Saya tidak tahu sekarang masih atau tidak harus menghafal nama2 tersebut. Dulu saat saya masih sekolah, di SMP atau SMA saya lupa, guru akuntan saya mengatakan pada saya, karna nilai akuntan saya jelek.
“Kalau nilai akuntansi kamu jelek, Ded, kamu tidak akan bisa menjadi orang sukses.”
O ya? Ternyata saya bisa sukses dan saya bisa membayar akuntan yang bekerja pada saya. Itu adalah fakta..
Sekarang, begini sajalah, apa sih yang harus dirubah? Sekolahnya?
Mungkin sistemnya.
Mengapa tidak sejak kecil ketika anak masih dari sekolah SD, kita lihat dulu berapa lama, apa yang dia suka. Lalu kita bagi kelasnya. Kalau anak tersebut suka matematika, berikan pelajaran matematika lebih banyak, kalau anak tersebut suka sejarah, berikan dia pelajaran sejarah lebih banyak.
Jadi seperti orang kuliah tapi sejak kecil. Jadi sejak kecil anak itu sudah dijuruskan kepada apa yang dia suka, bukan dijejalkan dengan semua pelajaran yang dia suka atau tidak suka, harus bisa dan harus hafal. Ada anak dengan rengking satu yang bisa menghafalkan semuanya, tapi begitu dia menjadi dewasa, pikirannya telah terkotaki, kreativitasnya telah buntu, otak kanannya tidak akan jalan.
Kenapa?
Karna yang dipakai hanya otak kiri, menghafal, menghafal, menghafal, menghafal, menghafal.
Akhirnya, bukan pintar, bukan cerdik, tapi jago menghafal. Menghafal rumus matematika, menghafal sejarah, menghafal peta buta, dan sebagainya.Dan biasanya anak2 tersebut pelajaran olahraganya atau pelajaran seni rupanya jelek karna otak kanannya tidak dipakai.
Anak saya sekolah di sekolah internasional, dan sejak kecil, sejak SD, anak saya sudah diarahkan ke pelajaran mana yang dia lebih suka dan kelasnya lebih banyak. Jadi, kelasnya banyak dan anaknya sendiri yang datang ke kelas bukan gurunya yang datang ke kelas untuk mengajar anaknya.
Lalu bagaimana merubah itu semua???
Memang susah karna sekolah pasti tidak akan ingin merubah. Butuh tahunan untuk merubah itu.
Saya harap satu saat bisa. Tapi sebelum itu bisa, apabila yang mendengarkan suara saya ini orangtua, dengarkan ini baik2.
Apabila yang mendengarkan suara saya ini adalah anak2, minta orangtua anda untuk mendengarkan suara saya, sebentar saja.
Kalau seandainya orangtua mendukung apa yang paling anak sukai dalam mata pelajaran, mungkin dia akan menjadi anak yang lebih berhasil nanti kedepanya.
Bagaimana caranya?
Begini, pelajaran matematika merah, pelajaran seni rupa bagus, kenapa yang harus di lesi di rumah pelajaran matematika? Kenapa memanggil guru matematika untuk memberi les tambahan matematika?
Tidak perlu kan? Kenapa tidak dilesi sesuatu yang memang anak itu suka! Kalau anak saya pelajaran matematikanya jelek dan pelajaran seni rupanya bagus, saya tentu akan meleskan anak saya seni rupa, supaya bakatnya sudah mulai dikembangkan sejak kecil.Bukan memaksakan hal yang memang mereka tidak suka.
Kalau seni rupanya jelek, sejarahnya bagus, biarkan pelajaran seni rupanya jelek, pelajaran sejarahnya dibantu orangtuanya di rumah untuk lebih dikembangkan. Memang ada pelajaran2 yang kalau nilai anda jelek maka anda tidak lulus ujian atau tidak naik kelas.
Ya, kalo pelajaran2 seperti itu dibantu supaya mendapatkan nilai secukupnya, cukup untuk lulus & naik kelas tentunya. Tidak perlu sembilan, tidak perlu sepuluh.
ingat! nilai pelajaran anda tidak menentukan masa depan anda, nilai UAS anda tidak menentukan masa depan anda, anda rengking satu di kelas bukan berarti anda akan berhasil menjadi manusia kelak ketika anda dewasa, sama sekali tidak berhubungan menurut saya.
Kuncinya adalah orangtua di sini. Orangtua harus mendukung apa yang anak suka. Kalau ada pelajaran yang jelek, pelajaran yang baik, dukung pelajaran yang baik...
Jangan memaksakan terhadap anak dari yang asalnya pelajarannya jelek menjadi bagus, nilainya sembilan atau sepuluh, tidak penting!
Tidak perlu takut untuk mendapatkan nilai jelek!
Tidak perlu takut untuk tidak naik kelas!
Tidak naik kelas bukan berarti masa depan anda hancur!
Ada lho, anak yang sampai bunuh diri karna dia tidak naik kelas, justru itu yang hancur masa depannya.
Saya, pernah tidak naik kelas. Masalah? Tidak sama sekali.
Orangtua saya marah? Tidak sama sekali pada saat itu. Kebetulan orangtua saya berpikiran luar biasa dan moderat, dan tidak semua orangtua bisa seperti itu.
Tapi itulah yang saya harapkan dari para orangtua di Indonesia. Memberikan dukungan pada anak2nya, tidak memarahi anak pada saat nilai anaknya jelek, tidak menghakimi pada saat tidak semua pelajaran nilai sang anak mendapatkan yang terbaik. Kita harus mengerti dan mendukung apa yang anak itu suka.
Ingat sekali lagi bahwa,
Masa depan anda tidak tergantung pada pintar tidaknya anda di sekolah
Masa depan anda tidak tergantung pada anda naik kelas atau tidak naik kelas
Masa depan anda juga tidak tergantung dari nilai rapor anda.
Masa depan anda sebenarnya tergantung pada kemampuan anda bersosialisasi,
Masa depan anda tergantung pada cara dan sikap anda dalam menambah pengetahuan anda setiap harinya dari mana saja. Dari majalah, dari internet, bari buku, dari cerita dari pengalaman2 orang, dari mana saja yang anda sukai.
Saya punya teman yang waktu kecilnya dikenal jelek karna suka main game, dan sekarang, dia menjadi pemilik toko game terbesar di Indonesia. Kaya raya.
Masa depan anda, tidak tergantung dari nilai sekolah anda.
Masa depan anda, ada di tangan anda.
Jangan takut untuk mendapatkan merah di sekolah anda.
Kadang2, merah artinya sukses, untuk masa depan anda.
(Saya Deddy Corbuzier)
Langganan:
Postingan (Atom)
