Senin, 24 Juli 2017

*Kisah anak kecil dan pianis terkenal*

Seorg ayah yg memiliki putra yg berusia 5 thn, memasukkan putranya tersebut ke sekolah musik utk belajar piano. Ia rindu melihat anaknya kelak menjadi seorg pianis yg terkenal.

Selang beberapa waktu kemudian, di kota tersebut datang seorg pianis yg sangat terkenal. Krn ketenarannya, dlm wkt singkat, tiket konser telah terjual habis.

Sang ayah membeli 2 buah tiket pertunjukan, utk dirinya dan anaknya.

Pd hr pertunjukan, satu jam sebelum konser dimulai, kursi telah terisi penuh.

Sang ayah duduk dan putranya tepat berada di sampingnya. Seperti layaknya seorang anak kecil,
anak inipun tdk betah duduk diam terlalu lama, tanpa sepengetahuan ayahnya, ia menyelinap pergi.

Ketika lampu gedung mulai diredupkan, sang ayah terkejut menyadari bahwa putranya tdk ada di sampingnya.

Ia lebih terkejut lagi, ketika melihat anaknya berada dekat panggung pertunjukan, dan sedang berjalan menghampiri piano yg akan dimainkan pianis tersebut.

Didorong oleh rasa ingin tahu, tanpa takut anak tersebut duduk di depan piano, dan mulai memainkan sebuah lagu, lagu yg sederhana, twinkle-twinkle little star.

Operator lampu sorot, yg terkejut mendengar adanya suara piano, mengira bahwa konser telah dimulai, tanpa aba2 terlebih dahulu, dan ia langsung menyorotkan lampunya ke tengah panggung.

Seluruh penonton terkejut, melihat yg berada di panggung bukan sang pianis, tapi hanyalah seorang anak kecil.

Sang pianispun terkejut, dan bergegas naik ke atas panggung.

Melihat anak tersebut, sang pianis tdk menjadi marah, ia tersenyum dan berkata, *“Teruslah bermain”* dan sang anak yg mendapat ijin, meneruskan permainannya.

Sang pianis lalu duduk di samping anak itu, dan mulai bermain mengimbangi permainan anak itu.

Ia mengisi semua kelemahan permainan anak itu, dan akhirnya tercipta suatu komposisi permainan yg sangat indah.

Bahkan mereka seakan menyatu dlm permainan piano tersebut, dan ketika mereka berdua selesai, seluruh penonton menyambut dgn meriah, karangan bunga dilemparkan ke tengah panggung.
 Sang anak jadi besar kepala, pikirnya, “Gila, baru belajar piano sebulan saja sdh hebat!”

Ia lupa, bahwa yg disoraki oleh penonton, adalah sang pianis yg duduk di sebelahnya, mengisi semua kekurangannya dan menjadikan permainannya sempurna.

*Moral of story:*

Kadang kita bangga akan segala rencana hebat yg kita buat, perbuatan2 besar yg telah berhasil kita lakukan.

Tapi kita lupa, bahwa semua itu terjadi karena Tuhan ada di samping kita.

Kita adalah anak kecil tadi, tanpa ada Tuhan di samping kita, semua yg kita lakukan akan sia2.

Tapi bila Tuhan ada di samping kita, sesederhana apapun hal yg kita lakukan, hal itu akan menjadi hebat dan baik, bukan saja buat diri kita sendiri, tapi juga  baik bagi org di sekitar kita.

Semoga kita tdk pernah lupa, bahwa ada Tuhan di samping kita, sehingga kita senantiasa rendah hati dan memuji Allah.
🙏🏻 🙏🙏🙏