Sabtu, 14 Juli 2012

Mengayuhlah Terus, Aku Bersamamu



Pada awalnya aku memandang Tuhan sebagai seorang pengamat, seorang hakim yang mencatat segala kesalahanku, sebagai bahan pertimbangan apakah aku akan dimasukkan ke surga atau dicampakkan ke dalam neraka pada saat aku mati. Dia terasa jauh sekali, seperti seorang raja. Aku tahu Dia melalui gambar-gambar-Nya tapi aku tidak mengenal-Nya.
Namun ketika aku bertemu Yesus untuk pertama kalinya, pandanganku berubah. Hidupku menjadi bagaikan sebuah arena balap sepeda, tetapi sepedanya sepeda tandem, dan aku tahu bahwa Yesus duduk di belakang, membantu aku mengayuh pedal sepeda.
Saat aku pegang kendali sepeda itu, aku tahu jalannya. Terasa membosankan tapi lebih dapat diprediksi. Biasanya, hal itu tidak berlangsung lama. Saat Yesus yang memegang kendali, Ia tahu jalan yang panjang dan menyenangkan. Ia membawaku mendaki gunung, juga melewati batu-batu karang yang terjal dengan kecepatan yang menegangkan. Saat-saat seperti itu, aku hanya bisa menggantungkan diriku sepenuhnya kepada-Nya! Terkadang rasanya mustahil, tapi Ia akan berkata, “Ayo, kayuh terus sepedanya!”
Aku takut, kuatir, dan bertanya, “Aku mau dibawa kemana?” Yesus tertawa dan tidak menjawab. Saat bersepeda itu, aku mulai belajar untuk mempercayainya. Aku melupakan kehidupan yang membosankan dan memasuki petualangan baru yang mencengangkan. Dan ketika aku berkata bahwa aku takut, Yesus akan menurunkan kecepatan, mengayuh santai sambil menggenggam tanganku.
Ia membawaku kepada orang-orang yang menyediakan hadiah-hadiah yang aku perlukan, orang-orang itu membantu menyembuhkan aku, mereka menerimaku dan memberiku sukacita. Mereka membekaliku dengan hal-hal yang aku perlukan untuk melanjutkan perjalanan, perjalananku bersama Tuhanku. Lalu, kami pun kembali mengayuh sepeda kami.
Kemudian Yesus berkata, “Berikan hadiah-hadiah itu kepada orang-orang yang membutuhkannya. Jika tidak, hadiah-hadiah itu akan menjadi beban bagi kita.” Meski aku pun memerlukannya, karena Yesus berkata seperti itu, aku mencoba menuruti perkataan-Nya. Aku membagi-bagikan hadiah itu kepada orang-orang yang kami jumpai, sesuai keb tuhan mereka. Aku belajar bahwa ternyata memberi adalah sesuatu yang membahagiakan.
Pada mulanya, aku tidak ingin mempercayakan hidupku sepenuhnya kepada-Nya. Aku takut Ia menjadikan hidupku berantakan, tapi Yesus tahu rahasia mengayuh sepeda. Ia tahu bagaimana menikung di tikungan tajam, Ia tahu bagaimana melompati batu karang yang tinggi, Ia tahu semuanya. Aku belajar untuk diam sementara terus mengayuh…menikmati tempat-tempat yang belum pernah kulewati tapi aku tahu aku aman bersama Sahabatku yang setia itu. Dan ketika aku tidak tahu apalagi yang harus kulakukan, Yesus akan tersenyum dan berkata, “Mengayuhlah terus, Aku bersamamu.”
Yesus bersama kita bahkan pada saat kita pikir Dia tidak peduli. Dia terus mengayuh sepeda tandem itu bersama kita, bahkan Dia yang memimpin jalannya. Yang harus kita lakukan hanyalah percaya pada-Nya dan terus mengayuh bersama-Nya.

Jika Hidup Seperti yang Kita Mau

Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI, darimana kita belajar IKHLAS.
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR
Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN, bagaimana kita dapat belajar BERSYUKUR

Seorang yang DEKAT dengan TUHAN, bukan berarti tidak ada AIR MATA
Seorang yang TAAT dengan TUHAN, bukan berarti tidak ada KEKURANGAN
Seorang yang TEKUN berdoa, bukan berarti tidak ada MASA SULIT

Biarlah Tuhan yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena Tuhan TAHU apa yang tepat dan memberikan yang TERBAIK.
Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN.
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN.
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar MEMAAFKAN.
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN.
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN.
Ketika kamu harus membayar biaya yang seharusnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHATIAN

Karena itu, tetaplah semangat, tetap sabar, tetap tersenyum karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN. Tuhan menaruhmu di tempatmu yang sekarang, bukan karena KEBETULAN. Ingatlah, orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan. MEreka dibentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN, dan AIR MATA.


Sumber : buku sepatu dahlan iskan

Jawaban Seorang Anak Ketika Anjingnya Meninggal

Karena pekerjaan saya sebagai dokter hewan, suatu hari saya pernah dipanggil untuk melakukan pemeriksaan terhadap seekor anjing Wolfhound Irlandia berumur 10 tahun yang bernama Belker. Pemilik anjing yang bernama Ron, istrinya Lisa, dan anak lelaki kecil mereka Shane, berharap Belker bisa sembuh, apapun penyakitnya.
Setelah saya memeriksa Belker, saya menemukan bahwa dia menderita penyakit kanker dan dia dalam proses yang sangat riskan untuk bisa hidup lama. Saya katakan kepada keluarga tersebut bahwa kami tidak bisa berbuat apa-apa untuk Belker, dan menawarkan kepada mereka solusi euthanasia (memberikan suntikan untuk memberikan kematian secara cepat) kepada Belker, anjing tua di rumah mereka tersebut.
Kami pun membuat janji pertemuan untuk melaksanakan proses tersebut. Ron dan Lisa kemudian memberitahukan kepada saya bahwa mungkin ada baiknya anak mereka yang masih berumur 6 tahun itu diperhadapkan dengan kenyataan ini dan melihat sendiri secara langsung bagaimana prosesnya. Mereka merasa bahwa Shane dapat belajar sesuatu dari situ.
Keesokan harinya, saya tercekat ketika melihat bagaimana keluarga tersebut mengelilingi Belker. Shane kelihatannya begitu tenang, menimang anjing tua itu untuk terakhir kalinya. Saya bertanya-tanya, apakah sesungguhnya dia tahu apa yang akan terjadi. Dalam beberapa menit ke depan, Belker pun tidur untuk selamanya dengan damai.
Anak kecil itu kelihatannya menerima kejadian tersebut tanpa kesulitan ataupun kebingungan. Kami semua duduk bersama setelah kematian Belker, kami membahas mengapa usia anjing lebih cepat daripada manusia. Shane yang awalnya hanya mendengarkan dalam diam, kemudian berkata, “Saya tahu mengapa.”
Kepala kami menoleh semua kepadanya. Apa yang kemudian keluar dari mulutnya mencengangkan buat saya. Saya tidak pernah mendengar hal yang begitu nyaman dapat keluar dari mulut dari anak kecil, dan itu mengubah cara hidup saya.
Kata Shane, “Manusia dilahirkan agar mereka dapat belajar bagaimana hidup di dalam kehidupan yang baik, seperti mencintai setiap orang dalam setiap waktu dan menjadi orang yang baik, benar? Well, para anjing sudah mengetahui bagaimana cara melakukan hal tersebut, jadi mereka tidak harus tinggal terlalu lama di dunia.”
Seringkali kita memang harus belajar dari anjing tentang kesetiaan mereka, pengorbanan mereka, pengabdian mereka kepada tuannya, bagaimana mereka begitu bersemangat memberikan kibasan ekor ketika bertemu tuannya, tidak pernah punya dendam, dan lain sebagainya. Mereka tidak pernah berpura-pura dan menghidupi kehidupannya dengan penuh cinta kepada tuannya.
Di hari yang panas, mereka akan tidur dengan nyaman di bawah pohon yang teduh, begitu menikmati saat angin menerpa wajah mereka ketika mereka berlari, ketika tuannya bahagia, dia akan ikut berlonjak-lonjak, namun ketika sedang sedih, dia hanya diam dan duduk mendekat sambil memberikan perhatian.
Luar biasanya pandangan seorang anak kecil tentang anjingnya ini membuat kita menyadari bahwa kehidupan kita terlalu singkat untuk diisi oleh berbagai hal yang tidak penting, hal yang merugikan kita. Buatlah suasana yang nyaman dan bahagia kemanapun kita pergi, lupakan hal-hal buruk, dan fokus pada hal yang baik. Bahkan, berpikirlah hal-hal yang baik kepada orang yang tidak melakukan hal baik.

Hitung Berkatmu

by Edo Kondologit

Kala angin ribut pukul hidupmu
Sehingga engkau rasa payah sungguh
Hitunglah berkatmu satu-per-satu
Nanti kau berkata Tuhan sertaku

CHORUS:
Hitung berkatmu satu-satu
Ingat semua dari Tuhanmu
Bilang semua satu-per-satu
Dan kau akan lihat cinta Tuhanmu

Bila engkau lihat harta orang lain
Ingatlah terlebih kaya Tuhanmu
Hitunglah berkatmu jangan pandang uang
Harta dalam surga pengharapanmu

Dalam kesusahan mesti besar lah
Jangan putus harap Yesus ada lah
Hitunglah berkatmu seru padaNya
Penghiburan pertolongan datanglah

Senin, 09 Juli 2012

Inspirasi, Kisah Seseorang yang Ditolak Bekerja di Microsoft

Seorang laki-laki pengangguran melamar posisi sebagai 'office boy' di Microsoft. Manajer HR mewawancarainya, kemudian melihatnya untuk membersihkan lantai sebagai ujian.

"Anda diterima bekerja. Berikan alamat e-mail Anda dan saya akan mengirimkan aplikasi untuk diisi, juga tanggal ketika Anda dapat mulai bekerja," kata Manajer HR.

Pria itu menjawab, "Tapi saya tidak punya komputer, bahkan email."

"Maafkan aku, jika Anda tidak memiliki email, itu berarti Anda tidak ada. Dan siapa yang tidak ada, tidak dapat memiliki pekerjaan," tambah Manajer HR.

Orang itu tanpa harapan sama sekali. Dia tidak tahu apa yang harus dilakukan, dengan hanya memiliki uang $10 di saku, Ia kemudian memutuskan untuk pergi ke supermarket dan membeli 10 kg peti tomat.

Dia kemudian menjual secara keliling tomat itu dari rumah ke rumah. Dalam waktu kurang dari dua jam, dia berhasil melipatgandakan modalnya.

Dia mengulangi penjualannya secara keliling tiga kali, dan pulang dengan uang $60. Lelaki itu menyadari bahwa ia bisa bertahan hidup dengan berjualan tomat, dan dia mulai untuk pergi berjualan tomat sehari-hari dan sering pulang larut malam mendagangkan dagangannya hari demi hari.

Uuang keuntungan yang didapat dua kali lipat atau tiga kali lipat dalam penjualannya sehari-hari. Tak lama, ia membeli mobil, lalu truk, dan kemudian ia mempunyai armada kendaraan pengiriman sendiri.

5 tahun kemudian, orang itu menjadi salah satu pengusaha food retailer terbesar di Amerika Serikat. Ia mulai merencanakan masa depan keluarganya, dan memutuskan untuk memiliki asuransi jiwa.

Dia memanggil broker asuransi, dan memilih rencana perlindungan. Ketika percakapan, broker bertanya tentang email yang akan dipakai untuk keperluan asuransi.

Pria itu menjawab, "Aku tidak punya email."

Broker itu penasaran dan ingin tahu mengapa ia tidak punya email, "Anda tidak memiliki email, namun telah berhasil membangun sebuah imperium perusahaan bisnis. Dapatkah Anda membayangkan apa yang bisa terjadi jika Anda memiliki email?"

Pria itu berpikir sejenak dan menjawab, "Ya, aku akan menjadi seorang office boy di Microsoft!!"