Tuhan tidak pernah menjanjikan bahwa langit itu selalu biru, Bunga selalu mekar, dan Mentari selalu bersinar..,
Tapi ketahuilah bahwa Dia selalu memberi pelangi di setiap badai, Senyum di setiap air mata, Berkah di setiap cobaan, dan jawaban di setiap do'a.
Jangan pernah menyerah sahabat, Terus berjuanglah, Life is so beautiful. Hidup bukanlah suatu tujuan, melainkan perjalanan, nikmatilah.
~Hidup adalah tantangan, hadapilah.
~Hidup adalah anugerah, terimalah.
~Hidup adalah pertandingan, menangkanlah.
~Hidup adalah tugas, selesaikanlah.
~Hidup adalah cita-cita, capailah.
~Hidup adalah misteri, singkapkanlah.
~Hidup adalah kesempatan, ambillah.
~Hidup adalah lagu, nyanyikanlah.
~Hidup adalah janji, penuhilah.
~Hidup adalah keindahan, bersyukurlah.
~Hidup adalah teka-teki, pecahkanlah.
1 hal buat kita Bahagia adalah Cinta ~
1 hal buat kita + Dewasa adalah Masalah
1 hal buat kita Hancur adalah Putus Asa
1 hal buat kita Maju adalah Usaha
1 hal buat kita Kuat adalah DOA
GBU 'n have a nice day ;)
Selasa, 31 Agustus 2010
Sabtu, 28 Agustus 2010
Kehidupan itu...
Berapa umur kita saat ini? 25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun... Berapa lama kita telah melalui kehidupan kita? Berapa lama lagi sisa waktu kita untuk menjalani kehidupan? Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.
Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba. Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas, sebagai karyawan, sebagai pelajar, sebagai seorang profesional, dll. Kita memulai hari yang baru. Macetnya jalan membuat kita semakin tegang menjalani hidup.
Terlambat sampai di kantor, itu hal biasa. Pekerjaan menumpuk, tugas dari boss yang membuat kepala pusing, sikap anak buah yang tidak memuaskan, dan banyak problematika pekerjaan harus kita hadapi di kantor.
Tak terasa, siang menjemput. "Waktunya istirahat..makan…makan.." Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir. Otak serasa buntu. Pekerjaan menjadi semakin berat untuk diselesaikan. Matahari sudah berada tepat di atas kepala. Panas betul hari ini...
Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali bekerja... Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat bekerja malah ngantuk. Aduh tapi pekerjaan kok masih banyak yang belum selesai. (Belum lagi kalau terkadang harus menghadapi 'manusia-manusia sulit' yang menghambat pekerjaan kita)
Mulai lagi kita kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat di sebelah barat...Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat berpisah. Gelap mulai menjemput. Lelah sekali hari ini. Sekarang jalanan macet. Kapan saya sampai di rumah?
Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket. Nikmat nya air hangat saat mandi nanti. Segar segar...Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah segera, dan ada yang berlarian mengejar bis kota bergegas ingin sampai di rumah.
Dinamis sekali kehidupan ini. Waktunya makan malam tiba. Ibu kita telah menyiapkan makanan kesukaan kita. "Ohh..ada sop ayam" atau "Wah soto daging buatan ibu memang enak sekali", anak memuji masakan Ibunya. Itu juga kan yang sering kita lakukan....Selesai makan, bersantai sambil nonton TV. Tak terasa heningnya malam telah tiba.
Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita tidur dengan lelap. Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan mulailah hari yang baru lagi. Kehidupan..ya seperti itulah kehidupan di mata sebagian besar orang. Bangun, mandi, bekerja, makan, dan tidur adalah kehidupan.
Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas itu, mungkin kita tidak ada bedanya dengan hewan yang puas dengan bisa bernapas, makan, minum, melakukan kegiatan rutin, tidur. Siang atau malam adalah sama. Hanya rutinitas... sampai akhirnya maut menjemput. Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam arti yang luas. Sebagai manusia jelas memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan.
Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yesus. Kehidupan adalah... dan lain sebagainya.
Begitu banyak kehidupan yang bisa kita jalani. Berapa tahun kita telah melalui kehidupan kita? Berapa tahun kita telah menjalani kehidupan rutinitas kita? Akankah sisa waktu kita sebelum ajal menjemput hanya kita korbankan untuk sebuah rutinitas belaka? Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 menit lagi.
Hanya Tuhanlah yang tahu...Pandanglah di sekeliling kita...ada segelintir orang yang membutuhkan kita. Mereka menanti kehadiran kita. Mereka menanti dukungan kita. Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama...... Serta Tuhan yang setia menanti ucapan syukur dari bibir kita. Bersyukurlah pada-Nya setiap saat bahwa kita masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini. Buatlah hidup ini menjadi suatu ibadah. Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas
Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba. Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas, sebagai karyawan, sebagai pelajar, sebagai seorang profesional, dll. Kita memulai hari yang baru. Macetnya jalan membuat kita semakin tegang menjalani hidup.
Terlambat sampai di kantor, itu hal biasa. Pekerjaan menumpuk, tugas dari boss yang membuat kepala pusing, sikap anak buah yang tidak memuaskan, dan banyak problematika pekerjaan harus kita hadapi di kantor.
Tak terasa, siang menjemput. "Waktunya istirahat..makan…makan.." Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir. Otak serasa buntu. Pekerjaan menjadi semakin berat untuk diselesaikan. Matahari sudah berada tepat di atas kepala. Panas betul hari ini...
Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali bekerja... Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat bekerja malah ngantuk. Aduh tapi pekerjaan kok masih banyak yang belum selesai. (Belum lagi kalau terkadang harus menghadapi 'manusia-manusia sulit' yang menghambat pekerjaan kita)
Mulai lagi kita kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat di sebelah barat...Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat berpisah. Gelap mulai menjemput. Lelah sekali hari ini. Sekarang jalanan macet. Kapan saya sampai di rumah?
Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket. Nikmat nya air hangat saat mandi nanti. Segar segar...Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah segera, dan ada yang berlarian mengejar bis kota bergegas ingin sampai di rumah.
Dinamis sekali kehidupan ini. Waktunya makan malam tiba. Ibu kita telah menyiapkan makanan kesukaan kita. "Ohh..ada sop ayam" atau "Wah soto daging buatan ibu memang enak sekali", anak memuji masakan Ibunya. Itu juga kan yang sering kita lakukan....Selesai makan, bersantai sambil nonton TV. Tak terasa heningnya malam telah tiba.
Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita tidur dengan lelap. Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan mulailah hari yang baru lagi. Kehidupan..ya seperti itulah kehidupan di mata sebagian besar orang. Bangun, mandi, bekerja, makan, dan tidur adalah kehidupan.
Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas itu, mungkin kita tidak ada bedanya dengan hewan yang puas dengan bisa bernapas, makan, minum, melakukan kegiatan rutin, tidur. Siang atau malam adalah sama. Hanya rutinitas... sampai akhirnya maut menjemput. Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam arti yang luas. Sebagai manusia jelas memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan.
Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan. Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yesus. Kehidupan adalah... dan lain sebagainya.
Begitu banyak kehidupan yang bisa kita jalani. Berapa tahun kita telah melalui kehidupan kita? Berapa tahun kita telah menjalani kehidupan rutinitas kita? Akankah sisa waktu kita sebelum ajal menjemput hanya kita korbankan untuk sebuah rutinitas belaka? Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 menit lagi.
Hanya Tuhanlah yang tahu...Pandanglah di sekeliling kita...ada segelintir orang yang membutuhkan kita. Mereka menanti kehadiran kita. Mereka menanti dukungan kita. Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama...... Serta Tuhan yang setia menanti ucapan syukur dari bibir kita. Bersyukurlah pada-Nya setiap saat bahwa kita masih dipercayakan untuk menjalani kehidupan ini. Buatlah hidup ini menjadi suatu ibadah. Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas
Jumat, 27 Agustus 2010
sebuah komitmen
A : Aku tdk menyukai istriku lg !
B : Pulang dan cintailah dia
A : Anda tdk mengerti aku, aku sdh tdk punya perasaan itu lg.
B : Pulang dan cintailah dia
A : Tetapi scr emosi aku berarti tdk jujur kalau aku memperlakukan istriku spt itu, pdhl aku tdk merasakannya.
B : Apakah menurutmu Ibumu mencintaimu?
A : Tentu saja (dg mantap)
B : Kira2 1 minggu stlh ibumu plg dr RS & membawamu plg, dan kamu menangis menjerit2 di tengah mlm krn popokmu basah dan dia terpaksa bangun walau tubuhnya masih sangat letih, berjalan di lantai yg dingin tanpa alas kaki utk mengganti popokmu dan menyusuimu. Apakah menurutmu dia sungguh2 menikmati itu semua?
A : Tidak (menunduk)
B : Kalau bgtu, Apakah Ibumu secara emosi jg tidak jujur?
Ukuran besarnya cinta bukan krn dia menikmati mengganti popok di tengah mlm, melainkan krn ibumu RELA melakukan itu semua meski dia tdk begitu menyukainya.
Pernikahan tdk hanya didasari perasaan Cinta, lbh dari itu yaitu KOMITMEN.
Saat pertama seseorg menikahi istrinya pasti krn cinta, ttp cinta yg menggebu2 akan padam seiring dg berjalannya WAKTU
Hanya Komitmen yg membuat Cinta manggebu2 mjadi Cinta yg matang dan dewasa
Lalu.. Apa yg disebut dg Cinta Sejati ?? Cinta yg sifatnya turun ke bawah, yaitu cinta yg tdk memikirkan untung rugi, cinta yg rela berkorban demi seseorg yg dikasihinya. Inilah cinta yg hrs diusahakan dlm setiap Pernikahan.
Ada org berkata "aku cinta kamu".. berarti : "aku ingin memilikimu & biarlah km kumiliki" adlh cinta yg egois krn hnya bgantung pd Perasaan seseorg. Sebab perasaan akan dimakan oleh wkt dan bisa saja perasaan ini muncul pd diri org lain
Suasana hati mudah brubah, KONDISI FISIK smakin tua dan tdk menarik, komitmenlah yg menyelamatkan pernikahan
Berani mlakukan "tindakan" baik dlm keadaan suka maupun tdk utk mengasihi pasangan & mpertahankan Pernikahan yg telah Tuhan anugrahkan
B : Pulang dan cintailah dia
A : Anda tdk mengerti aku, aku sdh tdk punya perasaan itu lg.
B : Pulang dan cintailah dia
A : Tetapi scr emosi aku berarti tdk jujur kalau aku memperlakukan istriku spt itu, pdhl aku tdk merasakannya.
B : Apakah menurutmu Ibumu mencintaimu?
A : Tentu saja (dg mantap)
B : Kira2 1 minggu stlh ibumu plg dr RS & membawamu plg, dan kamu menangis menjerit2 di tengah mlm krn popokmu basah dan dia terpaksa bangun walau tubuhnya masih sangat letih, berjalan di lantai yg dingin tanpa alas kaki utk mengganti popokmu dan menyusuimu. Apakah menurutmu dia sungguh2 menikmati itu semua?
A : Tidak (menunduk)
B : Kalau bgtu, Apakah Ibumu secara emosi jg tidak jujur?
Ukuran besarnya cinta bukan krn dia menikmati mengganti popok di tengah mlm, melainkan krn ibumu RELA melakukan itu semua meski dia tdk begitu menyukainya.
Pernikahan tdk hanya didasari perasaan Cinta, lbh dari itu yaitu KOMITMEN.
Saat pertama seseorg menikahi istrinya pasti krn cinta, ttp cinta yg menggebu2 akan padam seiring dg berjalannya WAKTU
Hanya Komitmen yg membuat Cinta manggebu2 mjadi Cinta yg matang dan dewasa
Lalu.. Apa yg disebut dg Cinta Sejati ?? Cinta yg sifatnya turun ke bawah, yaitu cinta yg tdk memikirkan untung rugi, cinta yg rela berkorban demi seseorg yg dikasihinya. Inilah cinta yg hrs diusahakan dlm setiap Pernikahan.
Ada org berkata "aku cinta kamu".. berarti : "aku ingin memilikimu & biarlah km kumiliki" adlh cinta yg egois krn hnya bgantung pd Perasaan seseorg. Sebab perasaan akan dimakan oleh wkt dan bisa saja perasaan ini muncul pd diri org lain
Suasana hati mudah brubah, KONDISI FISIK smakin tua dan tdk menarik, komitmenlah yg menyelamatkan pernikahan
Berani mlakukan "tindakan" baik dlm keadaan suka maupun tdk utk mengasihi pasangan & mpertahankan Pernikahan yg telah Tuhan anugrahkan
For my joy is giving
Harta, rumah mewah selalu identik dengan "keberhasilan." tapi,apakah tujuan akhir kita hanya menjadi kaya raya dengan segala kelimpahan ?
Saya dilahirkan dalam keluarga yang berkecukupan. Menginjak dewasa, orang tua saya pisah rumah dan keluarga kami bangkrut. Saya memutuskan keluar dari rumah pada umur 19 tahun, bekerja dan hidup dengan gaji yang pas-pas'an. Saya terus mengeluh "MENGAPA TUHAN ?"
Sejalan dengan waktu, saya mulai belajar...belajar menghargai, belajar menerima, belajar bersyukur dan belajar mencukupkan diri.
Sadar jika kekayaan itu hanyalah sebuah titipan. Banyak orang yang menjadi kaya, dan lupa dengan siapa yang memberi kekayaan itu. Mereka membangun bisnisnya puluhan tahun. Namun, jika terbakar 1x24 jam ,apa yang tersisa ? hanya puing-puing dan debu...dapatkah bisnis yang dibangun dalam puluhan tahun itu dibangun dalam satu malam?
Mari kita belajar untuk berbagi dengan sesama. Belajar memberi dari kekurangan, bukan dari kelebihan.
Coba kita berhitung secara matematika :
makan (pagi, siang dan malam) : Rp.7000 x 3 kali x 30 hari = Rp.630.000
pulsa: rp. 100.000
bayar asuransi bulanan : rp. 350.000
bayar internet : rp. 137.500
Total : Rp. 1.217.500
ini belum ditambah dengan bayar PDAM, bayar iuran RT, kebutuhan shampoo, sabun dkk, belum juga dengan jalan-jalan dan lain-lain.
untuk menyisihkan saja sudah berat ...
Diam dan berpikirlah sejenak. Kita bisa bernafas saja merupakan suatu perlindunganNya dan itu gratis, bisa dibayangkan kalo nafas ini harus bayar,berapa uang yang harus kita keluarkan ?
Naik motor dari tempat satu ke tempat lain safely dan pulang dirumah dengan selamat, itu juga merupakan kasih setiaNya.
Logika manusia berkata 1+1=2, namun hitungan dari Tuhan itu berbeda. Buktinya, belum pernah saya makan kerikil ...
Belajar percaya jika burung diudara saja dipelihara Tuhan,apalagi kita anak manusia ...
Berilah selagi kita masih diberi waktu oleh Tuhan.
Mari menabur benih-benih titipan dari Tuhan, karena hidup ini bagaikan uap...sangat singkat untuk hanya memikirkan diri sendiri :)
Saya dilahirkan dalam keluarga yang berkecukupan. Menginjak dewasa, orang tua saya pisah rumah dan keluarga kami bangkrut. Saya memutuskan keluar dari rumah pada umur 19 tahun, bekerja dan hidup dengan gaji yang pas-pas'an. Saya terus mengeluh "MENGAPA TUHAN ?"
Sejalan dengan waktu, saya mulai belajar...belajar menghargai, belajar menerima, belajar bersyukur dan belajar mencukupkan diri.
Sadar jika kekayaan itu hanyalah sebuah titipan. Banyak orang yang menjadi kaya, dan lupa dengan siapa yang memberi kekayaan itu. Mereka membangun bisnisnya puluhan tahun. Namun, jika terbakar 1x24 jam ,apa yang tersisa ? hanya puing-puing dan debu...dapatkah bisnis yang dibangun dalam puluhan tahun itu dibangun dalam satu malam?
Mari kita belajar untuk berbagi dengan sesama. Belajar memberi dari kekurangan, bukan dari kelebihan.
Coba kita berhitung secara matematika :
makan (pagi, siang dan malam) : Rp.7000 x 3 kali x 30 hari = Rp.630.000
pulsa: rp. 100.000
bayar asuransi bulanan : rp. 350.000
bayar internet : rp. 137.500
Total : Rp. 1.217.500
ini belum ditambah dengan bayar PDAM, bayar iuran RT, kebutuhan shampoo, sabun dkk, belum juga dengan jalan-jalan dan lain-lain.
untuk menyisihkan saja sudah berat ...
Diam dan berpikirlah sejenak. Kita bisa bernafas saja merupakan suatu perlindunganNya dan itu gratis, bisa dibayangkan kalo nafas ini harus bayar,berapa uang yang harus kita keluarkan ?
Naik motor dari tempat satu ke tempat lain safely dan pulang dirumah dengan selamat, itu juga merupakan kasih setiaNya.
Logika manusia berkata 1+1=2, namun hitungan dari Tuhan itu berbeda. Buktinya, belum pernah saya makan kerikil ...
Belajar percaya jika burung diudara saja dipelihara Tuhan,apalagi kita anak manusia ...
Berilah selagi kita masih diberi waktu oleh Tuhan.
Mari menabur benih-benih titipan dari Tuhan, karena hidup ini bagaikan uap...sangat singkat untuk hanya memikirkan diri sendiri :)
Sukses itu ....
Sukses itu bukan suatu tujuan , namun sebuah perjalanan ...
Sukses itu bukan melulu tentang materi dan kekayaan harta...
Sukses itu bukan melulu tentang diri sendiri ...
Sukses itu adalah memberi yang terbaik kepada Sang Pencipta kita ...
Sukses itu adalah untuk berbagi kepada sesama yang memerlukan ...
Sukses sejati itu adalah belajar untuk selalu bersyukur disetiap keadaan kita ...
Sukses itu bukan melulu tentang materi dan kekayaan harta...
Sukses itu bukan melulu tentang diri sendiri ...
Sukses itu adalah memberi yang terbaik kepada Sang Pencipta kita ...
Sukses itu adalah untuk berbagi kepada sesama yang memerlukan ...
Sukses sejati itu adalah belajar untuk selalu bersyukur disetiap keadaan kita ...
Kamis, 26 Agustus 2010
Everything happen, happen for a reason
Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. ~ Roma 8:28 :)
Langganan:
Komentar (Atom)